Pengertian Fenomenologi

Fenomenologi merupakan istilah yang digunakan secara luas dalam pengertian filsafat modern, yang memiliki pokok persoalan "fenomena". Kant merupakan merupakan orang yang pertama kali yang membicarakan masalah ini dengan memberi nama fenomenologi (phenomenlogy). Ia mengunakan istilah fenomena (phenomenon) bagi gambaran khayal dari pengalaman manusia, kemudian mengartikan fenomenologi sebagai "teori tentang khayalan". Sedangkan Kant memberi arti baru dan lebih luas terhadap fenomena dengan membedakan antara objek dan kejadian yang tampak dalam pengalaman kita (phenomenon) dengan objek dan kejadian yang berada dalam dirinya sendiri serta tidak tampak dalam gejala-gejala yang dapat kita tangkap dengan indra (noumenon). Sedangkan fenomenologi Husserl merupakan usaha spekulatif untuk menentukan hakikat, yang seluruhnya didasarkan atas pengujian dan penganalisisan terhadap yang tampak.

Fenomenologi, sebagai perspektif teoritis atau pandangan filosofis yang berada dibalik sebuah metodologi, dimasukkan oleh Michael Crotty kedalam epistemologi konstruksionisme (interpretivisme) yang muncul dalam kontradistingsi dengan positivisme dalam upaya-upaya untuk memahami dan menjelaskan realitas manusia dan sosial. Seperti penjelasan Thomas Scwandt, yang dikutip Crotty, interpretivisme dianggap bereaksi kepada usaha untuk mengembangkan sebuah ilmu alam dari yang sosial. Pada umumnya adalah metodologi empirisis logis dan upaya untuk menerapkan kerangka itu kepada penyelidikan manusia. Pendekatan positivis mengikut metode-metode ilmu alam dan melalui obserfasi terpisa dan diduga bebes nilai, mencoba mengidentifikasi cirri-ciri universal dari kemanusiaan, masyarakat dan sejarah yang menawarkan penjelasan karnanya, kontrol dan kemampuan dapat diprediksi.


Fenomenologi berasal dari bahasa yunani Phainein yang berarti memperlihatkan yang dari kata ini muncul kata Phainemenon yang berarti sesuatu yang muncul atau sederhananya fenomenologi dianggap sebagi kembali kepada benda itu sendiri.

Dalam pengertian paling inti, istilah fernomenologi menunjukkan pada suatu teori spekulatif tentang penampilan pengalaman, ada dua ciri pokok fenomenologi,
1. Pertama merupakan suatu metode yang menghambarkan fenomena, sebagai sesuatu yang diberikan secara langsung dari realitas. Fenomenologi tidak hanya berhenti berusaha memperoleh gambaran khusus maupun gambaran umum tentang gejala-gejala yang dialami manusia, melainkan esensi dari setiap hal yang dialami manusia secara langsung, fenomenologi juga tidak hanya mendasarkan pemahaman pada rumusan-rumusan serta ide-ide belaka yang ada dalam pemikiran manusia, melainkan juga bertumpu pada pengalaman langsung terhadap realitas atau kanyataan yang dihadapinya.
2. Kedua, objeknya adalah hakikat atau esensi, yaitu isi ideal yang dipahami dari fenomena, yang dapat ditangkap secara langsung, dalam sesuatu tindakan pengelihatan dalam intuisi akan hakikat atau esensi.

0 Response to "Pengertian Fenomenologi"

Posting Komentar