Perintah bersabar pada ayat di atas adalah untuk menahan diri dari keinginan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rabbnya serta selalu mengharap keridlaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yangingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.
Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Serta dalam berbagai keadaan yang sulit, berat, mencemaskan, susah, senang dan bahagia. Sabarjuga bermakana ketabahan dalam menerima sesuatu kepahitan dan kesulitan, atau dalam keadaan berbahagia atau berduka baik secara jasmani maupun ruhani. Allah SWT berfirman dalam Surat an-Nahl: 127: Artinya:“Bersabarlah, dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah… ”
![]() |
Definisi Sabar |
Kesabaran adalah perasaan menerima semua anugrah dari Allah dengan perasaan bahagia, karena kesabaran sesungguhnya tanpa batas tergatung sebarapa jauh, atau seberapa kuat kualitasnya diri kita dalam bersabar. Allah juga menjadikan sabar sebagai jalanuntuk meminta pertolongan sesuai dengan firman-Nya: Artnya: “Dan mintalah pertolngan dengan Sabar…” (QS. Al- Baqarah: 45)
Allah memerintahkan kepada kita untuk menjadikan sabar sebagai jalan untuk memohon pertolongan dalam memecahkan problem kehidupan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa dalam bersabar menjadikan ketenangan dalam bathinyang mebuat kita berfikir lebih jernih sehingga orang sabar mampu mengatasi berbagai problem kehidupan yang ada.
Dalam buku 30 petunjuk Islam menangani setresdikatan bahwa sabar ada dua macam dan mempunyai pengertian yang berbeda: pertama sabar yang berarti tenang, tabah dan dengan penuh kerelaan hati menghadapi berbagai macam cobaan. Kedua, mushabarahyang berarti menghadapi lawan di dalam memperebutkan sesuatu yang memerlukan ketabahan dan keteguhan.
Di dalam Risalah al-Qusyairiyah membagi sabar dalambeberapa macam: sabar terhadap apa yang diupayakan, dan sabar terhadap apa yang tidak di upayakan. Mengenai sabar dengan upayaterbagi menjadi dua: sabar dalam menjalankan printah-Nya dan sabar dalam menjauhkan larangan-Nya. Mengenai sabar terhadap hal-hal yang tidak melalui upaya dari hamba, maka kesabarannya adalah dalam menjalani ketentuan-ketentuan-Nya yang menimbulkan kesukaran baginya.
Kesabaran tidak terikat oleh tempat dan waku, kesabaran dalam berbagai keadan bagi seorang salikadalah sebuah keharusan sehingga mampu memahami diri yang bisa mendekatkan kepada Allah. Kesabaran bukanlah hanya masalah bagai mana menata hati dalam menghadapi kehidupan akan tetapi dituntut juga bagai mana merealisasikan kesabaran kita dalam langkah yang kongkrit. Bukti bahwa kita mampu bersabar adalah ketika kita tidak mengeluh dengan apa yang datang dalam kehidupan kita bahkan sebaliknya kita akan merasa semangat dalam melihat hidup ini, karena dalam hatiorang yang sabar dipenuhi ketenangan yaitu ketenangan bersama Allah,keluh kesah, beban hidup dipasrahkan kepada-Nya. Sebagai mana firman-Nya: Artinya: “…Bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(QS. al-Anfal: 46)
Jadi Allahlah teman sejati bagi orang yang bersabar. Karena Allah sangat menyayangi orang-orang yang berserah diri dan bersabar. Dari uraian di atas dapat di pahami bahwa bertasawufdan bersuluk adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan ibarat satu koin mata uang, satu sisi menguatkan sisi yang lain, orang yang mengaku bertasawuf sudah pasti bersuluk,karena makna dari tasawuf adalah bersuluksecara hakiki.
Orang yang bersuluk tidak bisa dibatasi bagai mana amal, usaha atau lakunya, garis besarnya ialah tergantung pada niatan awal yaitu selalu ingin dekat dan ingin mendapat rindla dari Allah. Jadi seperti teori–teori yang digambarkan diatas mulai dari uzlah, khalwat, zuhud, tawakal, sabaradalah sebagian kecil dari bertasawuf,dan salah satu laku seorang salik, yang menginginkan kebersamaan bersama Allah SWT.
Allah Maha Agung, Maha Luas Karunianya, segala sumber makluk yang tampak maupun yang tidak tampak, dzohirmaupun batin di segala penjuru terdapat wajah-Nya. Maka untuk mendekati-Nya pun tergantung seorang shufi,akan tetapi teori-tori yang dituturkan di atas dibatasi agar pemabahasannya tidak terlau melebar dan hanya berkutat pada masalah uzlah, khalwat, zuhud, tawakal dan sabar karena menyesuwaikan dengan tema yang di angkat.
Maka bagi seseorang yang ingin menempuh jalan kepada Allah bertasawufdan bersulukberjanlah dengan kebeningan hati, hati yang bening menerima cahanya jalan yang bersal dari Allah, Allah memuliakan orang yang memuliakan dengan jalan-Nya. Allah berfirman: Artinya: “Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. “(QS. Fathir: 10)
0 Response to "Definisi Sabar "
Posting Komentar